Sabtu, 07 November 2020

Berlaku Adil

 

Pengertian Berlaku Adil

Adil berasal dari bahasa Arab yang berarti berada di tengah-tengah, jujur, lurus, dan tulus. Secara terminologis adil bermakna suatu sikap yang bebas dari diskriminasi, ketidakjujuran. Dengan demikian orang yang adil adalah orang yang sesuai dengan standar hukum baik hukum agama, hukum positif (hukum negara), maupun hukum sosial (hukum adat) yang berlaku.

 

Dengan demikian, orang yang adil selalu bersikap imparsial, suatu sikap yang tidak memihak kecuali kepada kebenaran. Bukan berpihak karena pertemanan, persamaan suku, bangsa maupun agama.


Penilaian, kesaksian dan keputusan hukum hendaknya berdasar pada kebenaran walaupun kepada diri sendiri, saat di mana berperilaku adil terasa berat dan sulit.

Kedua, keadilan adalah milik seluruh umat manusia tanpa memandang suku, agama, status jabatan ataupun strata sosial.

 

Ketiga, di bidang yang selain persoalan hukum, keadilan bermakna bahwa seseorang harus dapat membuat penilaian obyektif dan kritis kepada siapapun. Mengakui adanya kebenaran, kebaikan dan hal-hal positif yang dimiliki kalangan lain yang berbeda agama, suku dan bangsa dan dengan lapang dada membuka diri untuk belajar serta dengan bijaksana memandang kelemahan dan sisi-sisi negatif mereka.

 

Perilaku adil, sebagaimana disinggung di muka, merupakan salah satu tiket untuk mendapat kepercayaan orang; untuk mendapatkan reputasi yang baik. Karena dengan reputasi yang baik itulah kita akan memiliki otoritas untuk berbagi dan menyampaikan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran dengan orang lain. Tanpa itu, kebaikan apapun yang kita bagi dan sampaikan hanya akan masuk ke telinga kiri dan keluar melalui telinga kanan. Karena, perilaku adil itu identik dengan konsistensi antara perilaku dan perkataan.

Berlaku Adil Dalam Islam

Setiap muslim hendaknya selalu bersikap adil terhadap siapa pun, bahkan terhadap non-muslim sekalipun (QS Mumtahanah: 60). Allah mencintai orang-orang yang berbuat adil. Allah berfirman, “Dan hendaklah kamu berlaku adil. Sesungguhnya, Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” (QS Al Hujurat: 9).

Berlaku Adil Terhadap Sesama

Semakin besar kuasa kita semakin besar kekuatan kita untuk berlaku adil sekaligus juga semakin besar peluang kita untuk menjadi zalim alias melenceng jauh dari keadilan.Hati yang suci akan menjadi perisai bagi perbuatan-perbuatan yang tidak baik akhirnya kita akan dapat membentuk jiwa kembali kepada kesucian akan membawa lurusnya niat dan keinginan suci lahir dan batin yang akan membawa dampak kepada benarnya perbuatan sehingga terciptalah keadilan dalam segala tingkah laku.

Abu al-Khair Badar ad-Din bin Abu al- Ma’mar bin Ismail at-Tabrizi (636 H) pernah mengarang kitab yang berjudul An-Nashihat li ar-Ra’i wa ar-Ra’yat. Kitab yang berisikan wasiat-wasiat Rasulullah SAW kepada para sahabat semasa hidup itu menegaskan pentingnya sikap ideal bagi para pemimpin. Menurut analisis at-Tabrizi, fungsi pemimpin adalah mengarahkan dan menjaga rakyat agar tetap berada dalam koridor keadilan, keseimbangan, dan kesejahteraan, baik dunia maupun akhirat.

 

Penting bagi setiap pemimpin menjelaskan perkara haram dan halal yang menyangkut ibadah dan muamalat kepada mereka. Tugas serupa juga diemban oleh Rasulullah dan para khalifah penggantinya. Selain menegakkan syiar agama, para khalifah tersebut berkewajiban berbuat adil kepada seluruh elemen rakyat yang dipimpinnya.

 

At-Tabrizi mengingatkan, dalam mengemban amanat dan menjalankan pemerintahan, pemimpin yang mendapat kepercayaan rakyat harus mengedepankan prinsip keadilan. Sebab, berbuat adil adalah pangkal segala keutamaan. Terwujudnya keadilan dalam sebuah komunitas masyarakat akan menciptakan stabilitas nasional dan menyejahterakan kehidupan rakyat.

 

Dengan keadilan, keberlangsungan hidup orang banyak bisa terjaga dengan baik. Bahkan, keadilan digunakan sebagai barometer untuk mengukur sejauh mana rezim yang berkuasa bisa memperoleh dukungan dan simpati dari rakyat, juga mampu menggapai rida dari Sang Khalik.

Simak Ceramah tentang Berlaku Adil KH Zainuddin MZ

 

Contoh Perilaku Adil Pada Diri Sendiri Adalah:

 

  •  Melakukan tindakan terbaik untuk diri sendiri
  •  Membuat peraturan untuk diri sendiri
  •  Singkirkan rasa takut pada orang lain   
  • Tidak menganggu orang lain
  • Menerima pendapat orang lain
  • Menerapkan rasa disiplin
  • Belajar dengan rajin dan aktif di kelas
  • Menjaga kebersihan sekolah

Berlaku Adil Kepada Siapapun Merupakan Penerapan Pancasila Sila” Kemanusiaan yang Berkeadilan & Berkeadaban”.

Pancasila merupakan Dasar Negara Indonesia. Pancasila memiliki lima sila yang dapat menjadi pedoman kehidupan manusia. Salah satunya adalah sila kedua yang berbunyi “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”. Menurut pandangan saya, sila kedua ini wajib dilaksanakan oleh semua warga negara Indonesia. Hal ini dikarenakan agar Indonesia dapat menegakkan keadilan dan dapat menghargai hak yang dimiliki oleh setiap manusia. Manusia harus berbuat adil terhadap diri sendiri dan orang lain, seperti kita harus menghargai setiap orang yang memiliki latar belakang yang berbeda yaitu suku, budaya, agama, atau status lainnya. Di Indonesia menerapkan sistem tidak ada perbedaan perlakuan terhadap semua  masyarakat Indonesia.
Load disqus comments

0 komentar